Galaxy Buds4 Pro sudah bukan barang baru di Indonesia. Samsung menjualnya sejak Maret 2026 dengan harga resmi Rp 3.999.000, dan sekarang harga jalannya sudah bergerak turun: Eraspace memasang banderol Rp 3.499.000 untuk varian White maupun Black. Artinya, pertanyaannya bukan lagi "apa yang baru?", tapi "masih layak di harga segini, dan untuk siapa?". Jawaban singkatnya: ini TWS paling utuh buat pengguna Galaxy, tapi setengah kemampuannya hilang kalau kamu memakai iPhone atau Android non-Samsung.
1. Desain: blade logam yang lebih ringan dari kelihatannya
Buds4 Pro memakai desain blade aluminium dengan finishing hairline, bukan plastik mengkilap seperti generasi awal. Bobotnya 5,1 gram per earbud — cukup ringan untuk dipakai berjam-jam, dan bentuk canal-fit dengan eartip silikon membuatnya menempel lebih rapat dibanding Buds4 yang open-fit. Casing pengisi dayanya berbentuk kotak transparan bergaya clamshell, berukuran 51 x 28,3 x 51 mm dengan bobot 44,3 gram, dan mendukung pengisian nirkabel.
Kontrolnya kombinasi pinch dan swipe di batang earbud, ditambah Head Gesture untuk menerima atau menolak panggilan hanya dengan anggukan dan gelengan. Sertifikasi IP57 membuat earbud tahan debu dan tahan rendam air tawar hingga 1 meter selama 30 menit, tapi catat satu hal: casing pengisi dayanya tidak tahan air, jadi earbud wajib dikeringkan dulu sebelum dimasukkan.
2. Suara: speaker 2-arah dan codec 24-bit yang bersyarat
Ini bagian yang paling berubah. Buds4 Pro memakai speaker 2-arah — woofer lebar plus tweeter — yang masing-masing digerakkan amplifier terpisah (Dual Amp). Samsung menyebut diafragma woofer-nya 19,8% lebih luas dibanding Galaxy Buds3 Pro, yang secara teori berarti bass lebih dalam tanpa midrange ikut keruh.
Soal kualitas audio, Samsung Seamless Codec (SSC) di seri ini mendukung audio 24-bit/96 kHz lewat mode UHQ. Tapi ini bukan hi-res universal: UHQ hanya aktif di Galaxy S23 series ke atas dan tablet Galaxy Tab S9 ke atas dengan One UI 6.1.1 atau lebih baru, harus dinyalakan manual di pengaturan, dan aplikasi pemutarnya juga harus mendukung. Di iPhone, Buds4 Pro tetap jalan sebagai earbud Bluetooth biasa dengan codec AAC atau SBC — dan aplikasi Galaxy Wearable tidak tersedia di iOS, jadi kamu tidak bisa mengubah EQ atau mematikan ANC dengan rapi.
3. ANC: adaptif, dan alasannya masuk akal
Sistem ANC-nya memproses kebisingan secara real-time dan menyesuaikan diri dengan bentuk serta posisi telinga. Ada tiga lapis pengaturan: ANC murni, Adaptive Noise Control yang menyeimbangkan peredaman dan suara sekitar secara otomatis, lalu Voice Detect yang langsung membuka mode ambien begitu kamu mulai bicara. Siren Detect melakukan hal serupa saat ada sirene darurat di sekitar.
Yang perlu dicatat: Adaptive Noise Control, Voice Detect, dan Siren Detect nonaktif secara default. Di perangkat dengan One UI 8.0 ke atas semuanya bisa diatur langsung dari setelan ponsel; di One UI lama kamu masih butuh aplikasi Galaxy Wearable. Jadi jangan kaget kalau fitur-fitur ini terasa "tidak jalan" di hari pertama.
4. Panggilan: enam mikrofon dan Super Wideband 16 kHz
Setiap earbud membawa tiga mikrofon (total enam), dan suara diproses dengan Deep Neural Network sebelum dikirim. Samsung mengklaim Super Clear Call menyalurkan suara hingga 16 kHz lewat Super Wideband, jauh lebih lebar dari panggilan Bluetooth biasa — tapi dukungan SWB terbatas pada Galaxy S26, S25, Z Fold7, Z Flip7, Z Fold6, Z Flip6, A56, Tab A11, dan Tab S10 series, serta bergantung pada jaringan operator. Untuk panggilan kerja harian di dalam ruangan, kombinasi ini sudah lebih dari cukup.
5. Baterai: 6 jam dengan ANC, 26 jam total
Kapasitasnya 61 mAh per earbud dan 530 mAh di casing. Klaim Samsung: hingga 6 jam musik dengan ANC menyala (26 jam termasuk casing) atau 7 jam tanpa ANC (30 jam termasuk casing). Untuk panggilan, sekitar 4,5 jam dengan ANC menyala atau 5 jam tanpa ANC. Pengisian dayanya hanya butuh 2,5 sampai 4,5 watt, jadi tidak perlu charger besar.
Angka 6 jam itu standar, bukan istimewa, untuk TWS 2026. Kalau kamu memakai ANC sepanjang hari kerja, earbud akan masuk casing setidaknya sekali sebelum sore. Satu hal yang mudah terlewat: kabel dan adaptor pengisi daya dijual terpisah, jadi isi kotaknya perlu dicek sebelum berangkat.
6. Ekosistem Galaxy: di sinilah nilainya paling terasa
Buds4 Pro dirancang sebagai pelengkap ponsel Galaxy. Auto Switch memindahkan audio antar ponsel, tablet, dan Galaxy Book tanpa pairing ulang. Easy Pairing cukup dengan membuka casing. Kontrolnya menyatu ke One UI 8.5, termasuk preferensi suara per aplikasi, tanpa perlu aplikasi tambahan. Ada juga 360 Audio dengan head tracking, LE Audio, dan Auracast untuk menerima siaran audio publik.
Fitur Galaxy AI-nya juga relevan untuk pengguna Indonesia: Interpreter dan Live Translate tersedia, dan Bahasa Indonesia termasuk dalam daftar bahasa yang didukung. Syaratnya tetap sama — harus dipasangkan dengan perangkat Galaxy yang mendukung Galaxy AI.
7. Harga dan posisinya sekarang
Di Samsung Indonesia, Buds4 Pro masih dipasang Rp 3.999.000 dan statusnya tersedia. Di retailer resmi seperti Eraspace, harganya sudah turun ke Rp 3.499.000 (diskon 13% dari Rp 3.999.000) dengan stok terbatas. Sebagai pembanding, Galaxy Buds4 biasa dijual Rp 2.999.000: selisih Rp 1 juta itu kamu tukar dengan speaker 2-arah, Dual Amp, ANC adaptif, Adaptive EQ, dan baterai satu jam lebih panjang — Buds4 hanya 5 jam dengan ANC dan total 24 jam.
Kesimpulan
Galaxy Buds4 Pro adalah pembelian yang masuk akal kalau kamu memakai ponsel Galaxy sebagai perangkat utama. Di harga promo Rp 3.499.000, kamu dapat TWS dengan driver dua arah, ANC yang menyesuaikan telinga, dan integrasi ekosistem yang tidak bisa ditandingi merek lain di Android. Tapi kalau kamu pengguna iPhone, laptop Windows, atau Android non-Samsung, separuh fitur di daftar ini tidak akan pernah aktif — untuk kamu, TWS merek lain di rentang harga sama lebih masuk akal. Dan kalau ANC adalah prioritas utama, 6 jam per pengisian sebaiknya dipertimbangkan dengan kebiasaan harianmu.
💬 Komentar & Pengalaman Pengguna (0)
Berbagi opini jujur Anda tentang perangkat ini