MENORI GADGET Ulasan Gadget Akurat
📍 Jakarta, ID ⚡ Update Harian
SPONSORED ADVERTISEMENT
📢 GOOGLE ADSENSE • Top Leaderboard Ad
Ukuran Rekomendasi: 728×90 / 970×90 (Responsive)
Slot iklan responsif terstruktur rapi sesuai pedoman kebijakan Google AdSense

Review Samsung Galaxy Watch8 Classic (2026): Rotating Bezel, 64 GB, Harga Rp 6,9 Juta

RINGKASAN & KESIMPULAN REDAKSI

Samsung Galaxy Watch8 Classic (SM-L500, 46 mm): Apakah Layak Dibeli?

Galaxy Watch8 Classic masih jadi satu-satunya Galaxy Watch baru yang membawa rotating bezel fisik dan bodi stainless steel, dengan layar 3.000 nits, baterai 445 mAh, dan storage 64 GB. Setelah sekitar 15 bulan dijual, harganya tetap Rp 6.999.000 — justru Rp 500.000 lebih mahal dari Galaxy Watch9 44 mm yang lebih baru. Nilainya sangat tergantung apakah kamu benar-benar ingin bezel putar itu.

HARGA RESMI INDONESIA Rp 6.999.000
Beli Online Resmi:
Samsung Galaxy Watch8 Classic (SM-L500, 46 mm) Model: Samsung Galaxy Watch8 Classic (SM-L500, 46 mm)
✓ Kelebihan (Kelebihan Utama)
  • ✓ Rotating bezel fisik plus Quick Button — navigasi paling nyaman di jajaran Galaxy Watch
  • ✓ Bodi stainless steel dengan kaca sapphire crystal, tahan 5ATM + IP68 + MIL-STD-810H
  • ✓ Storage 64 GB, dua kali lipat Galaxy Watch8 standar dan Galaxy Watch9
  • ✓ Layar 1,34 inci 438 x 438 Super AMOLED sampai 3.000 nits, terbaca jelas di luar ruangan
  • ✓ Sensor lengkap: BioActive (detak jantung, ECG, BIA), suhu kulit, dan deteksi apnea tidur
✕ Kekurangan (Hal yang Perlu Diperhatikan)
  • ✕ Masih memakai Exynos W1000 dan Wear OS 6 / One UI 8 Watch, sementara Watch9 sudah Snapdragon Wear Elite dan Wear OS 7
  • ✕ Bobot 63,5 gram terasa di pergelangan kecil, dan layarnya justru lebih kecil dari Watch8 44 mm
  • ✕ Harga resmi belum turun sejak Juli 2025 dan sekarang lebih mahal dari Galaxy Watch9 44 mm

Galaxy Watch8 Classic meluncur di Indonesia pada Juli 2025 dengan harga Rp 6.999.000, dan sampai sekarang angka itu belum berubah di halaman resmi Samsung Indonesia. Yang berubah justru sekitarnya: Galaxy Watch9 sudah hadir dengan chip Qualcomm Snapdragon Wear Elite dan Wear OS 7, dijual Rp 6.499.000 untuk ukuran 44 mm. Jadi pertanyaan yang relevan hari ini bukan "apa yang baru dari Watch8 Classic?", tapi "masih masuk akal membayar Rp 6.999.000 untuk jam setahun lalu?".

1. Desain: bezel putar yang jadi alasan utama membelinya

Ini satu-satunya Galaxy Watch di jajaran resmi Samsung saat ini yang masih memakai rotating bezel fisik. Selain bezel, ada tiga tombol di sisi kanan — Quick Button, Home, dan Back — jadi kamu bisa menggulir daftar notifikasi dan mengatur volume tanpa menyentuh layar, sesuatu yang sulit ditandingi jam berbasis sentuh murni.

Bodinya stainless steel dengan kaca sapphire crystal, berukuran 46,4 x 46,0 x 10,6 mm dan bobot 63,5 gram tanpa strap. Angka itu berat untuk ukuran jam pintar — bandingkan dengan Galaxy Watch8 44 mm yang 34 gram — dan di pergelangan tangan kecil jam ini akan terasa besar. Samsung memakai Dynamic Lug System pada strap, jadi jarak lug menyesuaikan pergelangan, tapi tetap saja 46 mm bukan ukuran yang bisa diabaikan.

Sertifikasinya 5ATM + IP68 + MIL-STD-810H, artinya aman untuk berenang dan aktivitas harian, bukan untuk menyelam. Pilihan warnanya hanya dua: Black dan White, dan hanya ada satu ukuran, 46 mm.

2. Layar: terang, tapi bukan yang terbesar

Panelnya Super AMOLED 1,34 inci dengan resolusi 438 x 438 piksel dan tingkat kecerahan sampai 3.000 nits, plus Always On Display penuh warna. Di bawah matahari langsung, 3.000 nits membuat jam ini tetap terbaca tanpa harus menutupi layar dengan tangan.

Tapi ada satu detail yang sering terlewat: layar 1,34 inci itu sama persis dengan Galaxy Watch8 ukuran 40 mm, dan justru lebih kecil daripada Watch8 44 mm yang memakai panel 1,47 inci. Jadi kamu membayar bodi yang lebih besar dan lebih berat, bukan layar yang lebih luas. Untuk jam tangan, proporsi ini sebenarnya enak dilihat — bezel lebar mengelilingi layar kecil terasa seperti jam mekanik — asal kamu tahu apa yang dibeli.

3. Performa dan software: di sinilah posisinya paling tertinggal

Watch8 Classic memakai Exynos W1000 lima inti 3 nm dengan RAM 2 GB. Untuk membuka aplikasi, menjalankan Samsung Health, dan merekam latihan, kemampuannya masih memadai — ini chip yang sama dengan yang dipakai Galaxy Watch8, dan belum pernah ada keluhan berarti soal kelambatan di pemakaian harian.

Yang perlu dicatat, Samsung sudah pindah jalur di generasi berikutnya: Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2 memakai Snapdragon Wear Elite, dan Samsung sendiri menyebut chip itu menggantikan Exynos W1000. Software-nya pun berbeda, Watch9 sudah Wear OS 7 dengan One UI 9 Watch, sementara Watch8 Classic ada di Wear OS 6 dan One UI 8 Watch. Satu hal yang jadi keunggulan Classic: storage-nya 64 GB, dua kali lipat dari 32 GB di Watch8 standar maupun Watch9. Kalau kamu suka menyimpan playlist offline dan aplikasi di jam, angka itu berarti.

4. Kesehatan: sensor lengkap, dengan syarat di ponsel

Paket sensornya sama dengan Galaxy Watch8: BioActive Sensor yang menggabungkan sensor optik, sinyal jantung elektrik untuk ECG, dan BIA untuk komposisi tubuh, ditambah sensor suhu, akselerometer, barometer, gyro, geomagnetik, dan sensor cahaya. Di sisi fitur ada Energy Score berbasis Galaxy AI, panduan tidur dengan deteksi apnea, notifikasi irama jantung tidak teratur, zona detak jantung personal, deteksi olahraga otomatis, pelacakan siklus, Body Composition, Bedtime Guidance, dan Antioxidant Index.

Deteksi apnea tidur bukan fitur yang menyala sendiri di semua kondisi: fungsinya butuh dipasangkan dengan ponsel Android 12 ke atas, dan Samsung mencatat ketersediaan fitur bisa berbeda antar negara dan model ponsel. Personalised Running Coach juga mensyaratkan tes level lari lebih dulu sebelum programnya bisa dipakai. Semua fitur ini berstatus pemantauan kebugaran umum, bukan alat diagnosis medis.

5. Baterai: 445 mAh dan klaim 30 jam

Kapasitasnya 445 mAh, terbesar di antara Galaxy Watch8 Series, dan Samsung mengklaim daya tahan hingga 30 jam dengan Always On Display menyala. Pengisiannya nirkabel berbasis WPC (Fast Charging), dan di sini ada satu hal yang wajib diingat: adaptor 25W yang dipakai Samsung dalam pengujian dijual terpisah, begitu juga strap pengganti.

Untuk pemakaian realistis — notifikasi, pelacakan tidur, satu sesi olahraga dengan GPS, dan AOD menyala — angka 30 jam berarti kamu tetap mengisi daya setiap hari atau dua hari sekali. Tidak ada mode hemat daya ajaib di sini; baterainya besar karena bodinya juga besar.

6. Harga dan posisinya sekarang

Di Samsung Indonesia, Galaxy Watch8 Classic masih dipasang Rp 6.999.000 dan tombol pembeliannya aktif. Di Eraspace, jam yang sama juga Rp 6.999.000, dengan stok yang saat kami cek tercatat 5 unit untuk warna White dan 1 unit untuk Black. Artinya harga resminya belum bergerak sama sekali sejak peluncuran Juli 2025.

Sebagai pembanding di halaman resmi Samsung yang sama: Galaxy Watch8 40 mm Rp 5.499.000, Watch8 44 mm Rp 5.999.000, Galaxy Watch9 40 mm Rp 5.999.000, Watch9 44 mm Rp 6.499.000, dan Watch Ultra2 Rp 10.499.000. Jadi Watch8 Classic justru Rp 500.000 lebih mahal daripada Watch9 44 mm yang lebih baru, lebih ringan, dan sudah memakai chip Snapdragon Wear Elite — selisih itu murni untuk bezel putar, bodi stainless steel, dan storage 64 GB. Samsung juga belum merilis versi Classic dari Watch9, sehingga Watch8 Classic masih menjadi model Classic terbaru di jajaran mereka.

Kesimpulan

Galaxy Watch8 Classic masih layak dibeli, tapi bukan untuk semua orang. Kalau kamu memang ingin merasakan bezel putar fisik, bodi stainless steel, dan kaca sapphire di jam Galaxy, ini satu-satunya pilihan baru yang tersedia — dan Rp 6.999.000 untuk kombinasi itu masih wajar. Tapi kalau yang kamu cari adalah jam pintar terbaru dengan chip lebih kencang dan software lebih panjang umurnya, Galaxy Watch9 44 mm di Rp 6.499.000 adalah pembelian yang lebih rasional, dengan konsekuensi kehilangan bezel putar dan setengah storage. Yang sebaiknya dihindari: membeli Classic hanya karena tampilannya lebih mewah, lalu kecewa ketika tahu layarnya lebih kecil daripada Watch8 44 mm yang lebih murah Rp 1 juta.

SPONSORED ADVERTISEMENT
📢 GOOGLE ADSENSE • In-Article Native Ad
Ukuran Rekomendasi: Responsive In-Feed / Banner
Slot iklan responsif terstruktur rapi sesuai pedoman kebijakan Google AdSense
📋 Tabel Spesifikasi Lengkap: Samsung Galaxy Watch8 Classic (SM-L500, 46 mm)
Merk / Produsen Samsung
Model Resmi Samsung Galaxy Watch8 Classic (SM-L500, 46 mm)
Kategori Perangkat Smartwatch
Kisaran Harga Pasar Rp 6.999.000
Layar 1,34 inci Super AMOLED 438 x 438, hingga 3.000 nits, Always On Display penuh, sapphire crystal
Chipset Exynos W1000, 5 core, 3 nm
RAM & Storage 2 GB RAM + 64 GB storage
Bodi Stainless steel, 46,4 x 46,0 x 10,6 mm, 63,5 g tanpa strap
Baterai 445 mAh (typical), klaim Samsung hingga 30 jam dengan AOD menyala, wireless charging WPC
Sistem Operasi Wear OS powered by Samsung (Wear OS 6) dengan One UI 8 Watch
Daya tahan 5ATM + IP68 + MIL-STD-810H
Konektivitas Bluetooth 5.3, Wi-Fi 2,4 + 5 GHz, NFC, GPS dual-band L1+L5, LTE pada varian LTE
Sensor BioActive (optik, sinyal jantung elektrik, BIA), suhu, akselerometer, barometer, gyro, geomagnetik, cahaya, Hall 3D
Kontrol Rotating bezel + tiga tombol (Quick, Home, Back)
Tertarik Membeli Gadget Ini? Dapatkan Promo & Garansi Resmi Indonesia
Transparansi Konten & AI Disclaimer: Artikel dan rangkuman spesifikasi pada halaman ini disusun secara otomatis dengan asistensi AI Agent. Meskipun sistem kami berupaya menyajikan analisis data yang akurat dan objektif, kecerdasan buatan dapat membuat kesalahan atau kekeliruan data. Pembaca disarankan untuk selalu memverifikasi spesifikasi teknis penting, garansi, serta harga terbaru langsung ke produsen atau toko resmi sebelum mengambil keputusan pembelian.

Review Terkait Lainnya

Samsung Galaxy Watch9

Samsung Galaxy Watch9

Galaxy Watch9 adalah smartwatch Wear OS terlengkap yang dijual resmi di Indonesia saat ini: layar Super AMOLED 3.000 nits berlapis safir, chipset Snapdragon Wear Elite 3 nm, baterai 390 mAh yang tahan hingga 40 jam, serta tumpukan fitur kesehatan dari Vitals sampai Heart Health Score. Kekurangannya tetap klasik: hanya untuk pengguna Android dan harganya belum murah.

Baca Review →

💬 Komentar & Pengalaman Pengguna (0)

Berbagi opini jujur Anda tentang perangkat ini
Belum ada komentar untuk perangkat ini. Jadilah pembaca pertama yang meninggalkan review!
Tulis Komentar / Pengalaman Anda
SPONSORED ADVERTISEMENT
📢 GOOGLE ADSENSE • Bottom Leaderboard Ad
Ukuran Rekomendasi: 728×90 / 970×90 (Responsive)
Slot iklan responsif terstruktur rapi sesuai pedoman kebijakan Google AdSense