Laptop convertible sering terjebak jadi gimmick: engselnya bisa diputar 360 derajat, tapi layarnya tidak nyaman disentuh atau bobotnya bikin malas dibawa. HP OmniBook X Flip 2-in-1 14 berusaha menghindari jebakan itu dengan kombinasi layar OLED sentuh dan bobot 1,38 kg. Di toko resmi HP Indonesia, varian 14-fm0890TU ini sedang turun harga Rp 1 juta menjadi Rp 18.500.000. Pertanyaannya: di kelas harga itu, apa yang didapat dan apa yang harus dikorbankan?
1. Desain: 1,38 kg, 1,46 cm, dan engsel 360 derajat
Dimensinya 31,3 x 21,85 x 1,46 cm dengan bobot 1,38 kg. Untuk laptop 14 inci berlayar sentuh, angka itu tergolong ringan, dan ketebalan 1,46 cm membuatnya masuk tas tanpa terasa menonjol. Materialnya aluminium dengan finishing sandblasted anodized pada warna Meteor Silver.
Karena ini convertible, engselnya bisa diputar sampai 360 derajat ke mode tent, stand, atau tablet. Keyboard-nya penuh dengan lampu latar dan desain tanpa kisi, sementara touchpad-nya berukuran besar. Untuk keamanan, ada penutup privasi kamera dan tombol bisu mikrofon, dua hal kecil yang lebih sering dipakai ketimbang fitur mewah di kelas ini.
2. Layar: OLED 14 inci, 16:10, sentuh, dan Gorilla Glass 3
Panelnya OLED 14 inci dengan rasio 16:10, resolusi 1920 x 1200 yang oleh HP disebut 2K. Angka resolusi itu sebenarnya kelas WUXGA, bukan 2K sesungguhnya, tapi pada layar 14 inci kepadatannya masih nyaman untuk kerja dokumen seharian. Yang benar-benar terasa adalah karakter OLED-nya: warna 95% DCI-P3, rasio kontras tinggi, dan response time 0,2 ms yang membuat gerakan di layar terasa langsung.
Layarnya multitouch dan dilapisi Gorilla Glass 3, jadi aman dipakai dengan jari atau stylus. Screen-to-body ratio-nya 89,58% dengan bezel mikro. Satu catatan penting: kecerahan puncaknya 300 nits. Untuk dalam ruangan itu cukup, tapi di bawah sinar matahari langsung panel OLED 300 nits akan terasa kurang dibanding laptop premium yang biasa berada di 400-500 nits.
3. Performa: Core Ultra 5 226V, Arc 130V, dan NPU 40 TOPS
Dapur pacunya Intel Core Ultra 5 226V dari keluarga Core Ultra 200V: 8 core, 8 thread, clock sampai 4,5 GHz, cache L3 8 MB. Grafisnya terintegrasi Intel Arc 130V dengan 8 GB, dan ada Neural Processing Unit Intel AI Boost berkapasitas 40 TOPS untuk tugas AI lokal.
RAM-nya 16 GB LPDDR5x-8533 yang menempel langsung di papan (onboard), sedangkan penyimpanan 512 GB SSD PCIe Gen4 NVMe M.2. Kombinasi ini pas untuk pekerjaan kantor berat, banyak tab browser, editing foto, dan olah dokumen besar. Yang perlu dipahami: chip 8 core 8 thread tanpa hyper-threading ini dirancang untuk efisiensi daya, bukan untuk render video panjang atau gaming. Kalau kebutuhan Anda ke arah sana, laptop gaming di harga mirip akan lebih masuk akal.
4. Mode 2-in-1: fleksibel, tapi stylus dijual terpisah
Karena layarnya sentuh dan engselnya 360 derajat, OmniBook X Flip bisa dipakai sebagai tablet untuk membaca dan mencatat, mode tent untuk menonton, atau mode stand untuk presentasi meja. Stylus yang kompatibel adalah HP USB-C Rechargeable MPP 2.0 Tilt Pen, yang bisa menempel magnetis di sisi bodi.
Sayangnya, stylus tersebut tidak termasuk dalam paket. HP menuliskannya sebagai aksesori opsional yang dijual terpisah dan ketersediaannya bisa berbeda-beda. Jadi kalau Anda membeli laptop ini khusus untuk menggambar atau mencatat tangan, anggarkan biaya tambahan untuk pen-nya.
5. Baterai dan pengisian: 59 Wh, 65W USB-C
Baterainya 3-cell 59 Wh Li-ion polymer dengan adaptor 65W USB Type-C. Menurut data HP, daya tahannya sampai 16 jam 30 menit untuk pemakaian campuran dan 22 jam 45 menit untuk pemutaran video. Angka itu klaim pabrikan dengan skenario pengujian mereka sendiri, jadi perlakukan sebagai batas atas, bukan janji pemakaian nyata.
Yang lebih praktis: pengisian cepatnya bisa mencapai sekitar 50% dalam 30 menit, dan karena memakai USB-C Power Delivery, Anda bisa mengisinya dengan charger USB-C lain atau power bank yang mendukung. Untuk laptop 1,38 kg, kapasitas 59 Wh tergolong wajar dan sejalan dengan kelas chip yang hemat daya.
6. Port dan konektivitas: Thunderbolt 4 plus dua USB-A
Ini salah satu sisi terkuatnya. Ada satu Thunderbolt 4 lewat USB-C 40 Gbps yang mendukung USB Power Delivery 3.1 dan DisplayPort 2.1, satu USB-C 10 Gbps dengan PD 3.1 dan DisplayPort 1.4a, dua USB-A 10 Gbps, satu HDMI 2.1, dan satu jack audio 3,5 mm. Di laptop tipis kelas ini, masih punya dua port USB-A dan HDMI tanpa adaptor adalah keuntungan nyata.
Konektivitas nirkabelnya Wi-Fi 6E (Intel AX211) dan Bluetooth 5.3. Untuk harga Rp 18,5 juta, Wi-Fi 6E bukan yang terbaru karena Wi-Fi 7 sudah mulai muncul di laptop sekelas, tapi untuk pemakaian sehari-hari kecepatannya masih lebih dari cukup. Kameranya 5 MP dengan sensor IR untuk Windows Hello, ditambah dual array microphone dan peredam bising bawaan Poly Camera Pro.
7. Software: Windows 11 Home, Copilot+, dan HP AI Companion
Laptop ini berjalan di Windows 11 Home dan diposisikan HP sebagai Next Gen AI PC. HP menyebut perangkat ini mendapat pembaruan gratis ke pengalaman Copilot+ PC saat tersedia dari Microsoft — artinya waktu dan ketersediaannya bergantung pada Microsoft, bukan sesuatu yang sudah aktif begitu laptop dinyalakan.
Fitur AI yang disebut di materi resminya antara lain Windows Studio Effects untuk panggilan video, Recall untuk mencari dokumen dan halaman yang pernah dibuka, Live Captions untuk subtitle langsung, dan Cocreator di Paint. Sebagian fitur ini butuh login akun Microsoft dan bahasa yang didukung, jadi jangan berasumsi semuanya langsung berjalan dalam bahasa Indonesia. Di sisi HP, ada HP AI Companion untuk analisis dokumen dan asisten harian.
8. Harga di Indonesia dan posisinya sekarang
Di toko resmi HP Indonesia, OmniBook X Flip 2-in-1 14 (14-fm0890TU) dijual Rp 18.500.000, turun Rp 1.000.000 dari harga normal Rp 19.500.000. Saat artikel ini dicek, halaman produknya menampilkan status Dalam Stok dengan tombol Tambahkan ke Keranjang aktif, dan cicilan mulai Rp 3.083.333 per bulan. Ada juga bonus skill bundle senilai Rp 4.150.000 yang berlaku sampai 31 Oktober 2026 atau selama persediaan masih ada. Garansinya 1 tahun parts and labor.
Sebagai pembanding di toko yang sama, HP OmniBook 3 14 dengan Core 3 dan RAM 8 GB dijual Rp 12.499.000, sementara Victus Gaming 15 dengan kartu grafis diskrit berada di Rp 17.499.000. Artinya dengan tambahan sekitar Rp 1 juta dari Victus, Anda memilih antara grafis diskrit untuk gaming atau layar OLED sentuh plus bodi 1,38 kg untuk mobilitas. Di luar HP, MacBook Air M5 13 inci yang kami ulas sebelumnya berada di Rp 25,2 juta, sekitar Rp 6,7 juta lebih mahal.
Kesimpulan
OmniBook X Flip 2-in-1 14 adalah pilihan masuk akal kalau prioritas Anda mobilitas dan layar: 1,38 kg, bodi aluminium, OLED sentuh 16:10, Thunderbolt 4, dan dua USB-A dalam satu paket Rp 18,5 juta. Paket itu sulit ditandingi laptop tipis lain di harga yang sama. Yang harus diterima: RAM 16 GB tidak bisa diupgrade, kapasitas 512 GB tergolong pas-pasan, layar 300 nits kurang terang untuk kerja di luar ruangan, dan stylus dijual terpisah. Kalau Anda butuh tenaga grafis atau render berat, Victus Gaming 15 di harga mirip lebih tepat; kalau yang dicari laptop kerja ringan yang enak dibawa dan nyaman disentuh, ini salah satu opsi paling seimbang sekarang.
💬 Komentar & Pengalaman Pengguna (0)
Berbagi opini jujur Anda tentang perangkat ini